Bimtek Kurikulum OBE di Universitas Al Asyariah Mandar

Universitas Al Asyariah Mandar melalui Biro Akademik Kemahasiswaan sukses melaksanakan bimbingan teknis kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan narasumber Dr. Ahmad Al Yakin. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kurikulum perguruan tinggi.

ARTIKELBERITABERITA INTERNAL

5/21/20262 min read

BIRO AKSI UNASMAN Gelar BIMTEK Kurikulum OBE untuk Penguatan Mutu Akademik

Universitas Al Asyariah Mandar melalui Biro Akademik Kemahasiswaan dan Sistem Informasi (BIRO AKSI) sukses melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), yang berlangsung di Gedung MKRI UNASMAN, Kamis (21/5). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ahmad Al Yakin, S.Ag., M.Pd., yang membawakan materi penguatan kurikulum perguruan tinggi berbasis OBE.

BIMTEK tersebut dihadiri oleh sejumlah dosen internal UNASMAN dari berbagai fakultas dan program studi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu akademik sekaligus penguatan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, akreditasi, dan perkembangan pendidikan tinggi saat ini.

Dalam pemaparannya, Dr. Ahmad Al Yakin menjelaskan bahwa paradigma Outcome Based Education (OBE) menempatkan capaian lulusan sebagai pusat dari seluruh proses pembelajaran. Kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada materi yang diajarkan, tetapi lebih menitikberatkan pada kemampuan nyata yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan studi.

Materi BIMTEK mengulas secara menyeluruh tentang penyusunan kurikulum OBE, mulai dari profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), CPMK, Sub-CPMK, penyusunan RPS, hingga evaluasi ketercapaian CPL. Dalam dokumen materi disebutkan bahwa tujuan utama BIMTEK adalah membawa peserta “dari pemahaman konsep menuju produk kurikulum yang siap digunakan.”

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai persoalan umum dalam dokumen kurikulum, seperti CPL yang belum terukur, ketidaksesuaian antara mata kuliah dengan CPL, hingga asesmen yang belum berbasis capaian. Melalui pendekatan OBE, setiap komponen kurikulum diharapkan memiliki keterhubungan yang jelas dan dapat ditelusuri mulai dari profil lulusan hingga bukti asesmen pembelajaran.

Dalam sesi diskusi, para dosen juga diajak untuk menyusun dan merevisi profil lulusan agar lebih spesifik, relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta mampu diturunkan menjadi CPL yang terukur. Tidak hanya itu, BIMTEK juga membahas pentingnya penyusunan matriks CPL–Mata Kuliah sebagai upaya memastikan bahwa seluruh mata kuliah memiliki kontribusi nyata terhadap capaian lulusan.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui praktik penyusunan dokumen kurikulum, validasi sejawat, hingga simulasi pengembangan RPS berbasis OBE. Peserta turut mempelajari metode pembelajaran yang relevan dengan pendekatan OBE, seperti Case Method, Project-Based Learning, dan Collaborative Learning yang dirancang untuk mendukung ketercapaian CPMK dan CPL mahasiswa.

Dalam materi penutup, narasumber menegaskan bahwa kurikulum OBE yang baik harus mampu menjawab tiga hal utama, yakni: lulusan mampu melakukan apa, bagaimana kemampuan tersebut dibentuk, dan bagaimana capaian tersebut dapat dibuktikan.

Melalui pelaksanaan BIMTEK ini, BIRO AKSI UNASMAN berharap seluruh program studi di lingkungan UNASMAN dapat semakin siap dalam menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap tantangan dunia kerja dan perkembangan zaman.